4 Pertanyaan Strategis
Setiap pertanyaan punya stakeholder yang jelas. Ini bukan analisis demi analisis — ini menjawab kebutuhan orang yang harus mengambil keputusan.
Q1: Seberapa bersih data kita?
346 outlet × multiple POS × 6 channel order. Berapa banyak anomali? Jenis apa saja? Apakah cukup parah untuk distort analisis? Sebelum bisa ranking outlet atau analisis menu, kita harus tahu dulu apakah datanya bisa dipercaya.
Q2: Outlet mana yang perform dan underperform?
Dari 346 outlet, mana top 10 dan bottom 10 by revenue? Apakah ada pattern regional — Jakarta Selatan vs kota lain? Weekend vs weekday gap seberapa besar? VP Ops butuh ini untuk alokasi resource dan intervensi.
Q3: Menu mana yang drive bisnis?
Revenue contribution per kategori? Best seller by volume vs by revenue — sama atau beda? 34 menu items di 7 kategori — ada yang underperform dan perlu di-rationalize? Head of Product butuh data ini untuk pricing strategy dan menu development.
Q4: Apa yang harus dilakukan sekarang?
Top findings + top recommendations. Quantified, actionable, bisa dipresentasikan di board meeting. Post-IPO, investor menunggu bukti bahwa ekspansi on track dan operasional efisien. CEO butuh 1-page executive summary.
Framework Analisis
Kita pakai pendekatan 4-layer yang sequential. Setiap layer bergantung pada output layer sebelumnya — nggak bisa loncat.
💡 Kenapa Urutan Ini?
Data cleaning HARUS duluan. Kalau analisis pakai data kotor, semua insight jadi unreliable. Contoh: kalau ada 30 duplicate rows yang nggak di-remove, revenue bisa overstate. Kalau ada 12 negative quantity yang nggak di-handle, ranking outlet bisa terdistorsi. Ranking pakai data bersih. Menu analysis pakai data bersih. Executive summary = synthesis dari semuanya.
Mapping Pertanyaan → Layer
| Pertanyaan | Layer | Output yang Diharapkan | Stakeholder |
|---|---|---|---|
| Seberapa bersih data? | Clean | Cleaning log: jumlah & jenis anomali, error rate, data bersih | Head of BI |
| Outlet mana perform? | Rank | Top/bottom 10 outlet, city ranking, weekend vs weekday gap | VP Operations |
| Menu mana drive bisnis? | Analyze | Category revenue share, top menu by volume & revenue, channel mix | Head of Product |
| Apa yang harus dilakukan? | Recommend | Executive summary 1-page, 4 rekomendasi quantified + projected impact | CEO + Board |
✅ Ini Cara Berpikir Senior Analyst
Junior analyst langsung buka data dan bikin pivot table. Senior analyst mulai dari pertanyaan bisnis, identifikasi stakeholder, pilih framework, baru sentuh data. Perbedaannya: junior menghasilkan angka, senior menghasilkan keputusan.