Visualisasi Data

Visualisasi & Analisis

Halaman ini menjawab dua pertanyaan utama secara visual: dari mana revenue datang, dan kapan revenue itu paling besar?

Rp 874.7M
Total Revenue
16,229 transaksi bersih
29,403
Cups Terjual
avg 1.81 cup/transaksi
7
Kategori Menu
34 menu items
6
Channel Order
dine-in → delivery

Bagian 1 — Dari Mana Revenue Datang?

Rp 874.7M revenue berasal dari 7 kategori menu yang dijual lewat 6 channel. Tapi distribusinya sangat tidak merata — dan ketidakmerataan itu justru jadi insight paling penting.

Revenue per Kategori Menu (Rp Juta)
Fore Signature = Rp 441M (50.5%) — lebih dari 2x lipat Coffee (Rp 201M). Satu kategori menyumbang setengah total revenue. Tea hanya Rp 18M (2.1%).

Kalau Fore Signature menyumbang setengah revenue, pertanyaan berikutnya: menu spesifik mana di dalam Signature yang paling dominan?

Top 10 Menu by Revenue (Rp Juta)
Iced Aren Latte = Rp 133.6M (15.3% total revenue) dengan 4,607 cups. Hampir 2x lipat menu #2. Top 3 semuanya Fore Signature.

Implikasi: Konsentrasi Revenue

Satu menu item (Aren Latte) menyumbang 15.3% total revenue. Satu kategori (Signature) menyumbang 50.5%. Ini kekuatan brand identity sekaligus risiko konsentrasi. Kalau tren aren bergeser, setengah revenue terancam. Rekomendasi: protect hero product, develop Coffee (23.1%) sebagai secondary pillar, evaluasi Tea (2.1%) — apakah worth the operational complexity?

Revenue tinggi belum tentu berarti volume tinggi. Beberapa menu punya harga rendah tapi volume besar — dan sebaliknya. Perbandingan ini penting untuk pricing strategy.

Top 5 Menu by Volume (Cups)
Top 5 Menu by Revenue (Rp Juta)
Aren Latte dominasi di kedua sisi — volume DAN revenue. Tapi Americano Iced punya volume tinggi (#3) dengan revenue lebih rendah karena harga Rp 23K. Ini "traffic driver" — customer datang beli Americano, tapi bisa di-upsell ke Signature.

Bagian 2 — Lewat Channel Mana Revenue Masuk?

Fore Coffee punya 6 channel order. Masing-masing punya margin profile berbeda — dine-in dan app pick-up tanpa komisi, sementara delivery aggregator potong 20-30%. Distribusi channel menentukan profitabilitas.

Revenue Share per Channel
Revenue per Channel (Rp Juta)
Digital channels (App + Delivery) = 63.1% revenue. Dine-in hanya 33.9%. Fore Coffee sudah digital-first. Tapi ada gap margin besar: App pick-up (25.5%) = zero commission vs GrabFood (18.5%) = 20-30% commission.

Implikasi: Margin Optimization

Setiap 1% shift dari aggregator ke app pick-up = margin improvement signifikan. App pick-up (Rp 222M, 25.5%) sudah channel #2 — tinggal push lebih jauh. Invest di loyalty program dan app UX, bukan di promo aggregator. Target: app pick-up dari 25.5% → 30%.

Bagian 3 — Kapan Revenue Paling Besar?

Setelah tahu dari mana dan lewat mana, pertanyaan terakhir: kapan? Pattern temporal menentukan staffing, inventory, dan promo timing.

Rata-rata Revenue Harian: Weekend vs Weekday
Weekend avg Rp 2.21M vs Weekday Rp 1.82M — gap +21.1%. Konsisten 15 bulan. Ini structural, bukan seasonal.

Gap +21.1% itu konsisten — tapi apakah ada variasi per hari dalam seminggu? Kalau Jumat sudah mulai naik, staffing adjustment bisa dimulai dari Jumat sore.

Rata-rata Revenue per Hari dalam Seminggu
Sabtu = hari tertinggi, Senin = terendah. Jumat sudah mulai naik dibanding Kamis — transisi ke weekend pattern dimulai Jumat. Minggu sedikit lebih rendah dari Sabtu.

Selain hari, jam juga penting. Kapan peak hours? Ini menentukan shift scheduling dan pre-prep timing.

Distribusi Transaksi per Jam (07:00 – 21:00)
3 peak hours: pagi (08:00-09:00), siang (12:00-13:00), dan sore (14:00-15:00). Morning rush = office workers pick-up. Lunch peak = food + coffee combo. Afternoon = "ngopi sore" culture. Drop signifikan setelah 18:00.

Implikasi: Staffing & Inventory

Weekend boost +21.1% + peak hours yang jelas = staffing bisa di-optimize dengan presisi. Tambah barista 20% di Sabtu-Minggu, fokus di 3 peak windows. Pre-prep bahan baku (susu, aren, es) lebih banyak untuk Jumat sore – Minggu. Weekday bisa di-boost dengan promo office hours (10-12 siang).

Ringkasan: Cerita yang Diceritakan Data

Dari 8 chart di atas, 3 cerita utama:
  1. Revenue terkonsentrasi — 50.5% di Signature, 15.3% di satu menu (Aren Latte). Kekuatan sekaligus risiko.
  2. Digital-first sudah terjadi — 63.1% revenue dari digital channels. App pick-up (25.5%) = margin terbaik, tapi aggregator (37.6%) masih dominan di delivery.
  3. Weekend = peak yang predictable — +21.1% konsisten, Sabtu tertinggi, 3 peak hours jelas. Staffing dan inventory bisa di-optimize.

→ Ketiga cerita ini langsung menjawab pertanyaan VP Operations, Head of Product, dan CEO di Page 02.

⚠️ Semua chart menggunakan data bersih (16,229 transaksi). Data ini adalah sample operasional — bukan total revenue perusahaan. Angka digunakan untuk analisis pattern dan proporsi.